Pages

Sabtu, 28 Juli 2012

Penentuan Epicenter Gempa Bumi dengan Metode Lingkaran

1) Tentukan tp dan ts dari 3 stasiun pencatat

2) Hitung nilai (ts-tp) dari masing-masing stasiun tersebut

3) Hitung nilai d nya ; dengan rumus d=(s-p)*k untuk (s-p)<8 dt atau d=[(s-p)-2]*10 jika (s-p)>8 dt

4) Cari nilai jari-jari lingkaran dari masing-masing nilai d tersebut.

5) Buat lingkaran dari ketiga stasiun tersebut dengan pusat epicenter stasiun dan jari-jari = d

6) Tarik garis yang melalui perpotongan antara masing-masing 2 lingkaran (jadi totalnya nanti ada 3 garis)

7) Epicenter merupakan perpotongan ketiga garis tersebut

8) Selesai dan selamat berkarya
   
     by : Angga V Diansari PhD

Step-step Mencari Epicenter Gempa Bumi dengan Metode Gerak Partikel

Berikut ini penulis emncoba share mengenai step-step mencari epicenter gempa bumi dengan metode gerak partikel. Sebelumnya, hal yang perlu dipahami adalah metode gerak partikel ini adalah metode penentuan epicenter dari 1 stasiun dengan 3 komponen, yaitu komponen vertikal, komponen horisontal E-W, komponen horisontal N-S.

Dan berikut ini step-stepnya. Cekidot :

1) Tentuin arah impuls awal ketiga komponen (apakah kompresi C ataukah dilatasi D)

2) Tentuin nilai 1/2 amplitudo awalnya? Caranya? Ukur aja dengan penggaris ^^

3) Tentuin nilai d dari nilai (s-p) nya.

Untuk gempa dekat (ts-p < 8 detik), maka rumus yang digunakan adalah d=(s-p)*k dimana k adalah konstanta omori, anggap aja besar konstanta omori ini 8 m/s

Untuk gempa tele (ts-p > 8 detik), maka rumusan d yang digunakan adalah d=[(s-p)-2]*10

4) Tentuin tanda (+) atau (-) nya --> intinya dilihat dari komponen Z nya dulu

     Komponen Z                                        Komponen H
     ------------------------------------------------------
     Kompresi (+)                                        Kompresi (-)
                                                                  Dilatasi (+)

     Dilatasi (-)                                             Kompresi (+)
                                                                  Dilatasi (-)

5) Cari vektor resultan komponen horisontal
     AH = (Aew^2 + Ans^2)^0.5
     tan (teta) = Aew/ Ans

6) Cari vektor resultan komponen vertikal
     AR = (AH^2 + AZ^2)^0.5
    tan i = AH/AV

7) Mencari kedalaman sumber
    h = d*cos i

8) Mencari koordinat epicenter
    Mula-mula cari dulu jarak epicenter dengan rumus dH = sqrt(d^2 - h^2)
    (delta) x = dH*sin (teta)
    (delta) y = dH*cos (teta)

     Maka, lintang epic = lintang stasiun +- (delta) y
                bujur epic = bujur stasiun  +- (delta) x

Catatan : Tanda +- didapat dari arah Aew dan Ans; jadi nanti digambar aja pada bidang cartesius dan dikira-kira, jadi dalam perhitungan sudut anggap semuanya positif.

Selesai, selamat mencoba :)
by : Angga Vertika Diansari, PhD ^^

Kamis, 12 Juli 2012

GMT(Generic Mapping Tools) untuk pemula

GMT (Generic Mapping tools) adalah software open source (alias gratis) khusus menangani masalah pemetaan. Mula-mulai GMT hanya bisa diinstal di linux, akan tetapi lambat laut dikembangkan oleh Paul Wessel dan Walter Smith sehingga bisa diinstal di windows.

GMT memiliki beberapa keuntungan dan kekurangan, misalnya :
(+) dapat membuat peta dalam berbagai format
(- ) tidak adanya GUI sehingga harus lihai dalam menguasai scrips, otomatis akan semakin rumit scripnya jika ingin membuat peta yang kompleks.

Sebenarnya, inti dari GMT hanya 3 hal, yaitu :
1) notepad
2) GSView 49
3) Saya menyebutnya sbg progam run

Steps-steps memulai GMT :
1) Progam-->rum--> cmd-->pilih direktori yang akan kita gunakan untuk menyimpan file kita, misalnya :

C: D:
D: cd "anggav"
D\anggav>

2) Membuat script di notepad lalu simpan dalam format .(dot) bat

3) Running script yang udah kita buat tadi (misal namanya peta.ps) di progam run (D\anggav>peta.ps )

4) Buka hasilnya di GSView 49

Oh ya, ini salah satu contoh scrip peta sederhana :

set R=90/105/-5/6 (ini maksudnya membuat region long 90-105 dan lat -5s/d6)
set O=peta.ps
(nama outputnya peta.ps)

gmtset ANNOT_FONT_SIZE 11
gmtset LABEL_FONT_SIZE 11

psbasemap -R%R% -JM15C -Bg2a1:.PETA_INDONESIA: --HEADER_FONT_SIZE=14 -P -K -Y17 > %O%



pscoast -R -JM -Bg2a1 -Ggreen -Slightblue -P -Dh -W -O -K >> %O%
psxy stasiun.dat -R -JM -St0.5c -Gyellow -P -O -K >> %O%
pstext stasiun.dat -R -JM -P -O -K>> %O%
psmeca moment2.dat -R -JM -P -O -Sm1c -T0 -C -M -Wthin -K >> %O%
gawk "{print $1,$2}" moment2.dat | psxy -R -JM -Sc0.3c -Gred -Wthin -P -O -K>> %O%
psxy trench.gmt -R -JM -P -O -Gblack -Sf1/0.3lt -K >> %O%
psxy transform.gmt -R -JM -P -O -Gblack -Sf2/0.4rs -K>> %O%

echo 94 2 10 0 1 LT A > point.dat
echo 97 4 10 0 1 LT A' >> point.dat
gawk "{print $1,$2}" point.dat | psxy -R -JM -WS/red -P -O -K >> %O%
pstext point.dat -R -JM -P -O -K >>%O%


gawk "{print $1,$2,$3}" moment2.dat | project -C94/2 -E97/4 -Qxyzpqrs W-100/100 > cross.dat

psbasemap -JX15/-10 -R0/400/0/50 -B100:"Distance (km)":/30NWes:"Depth (km)": -P -O -Y-15 -K >> %O%

gawk "{print $4,$3}" cross.dat | psxy -JX -R -Sc0.5c -Gred -P -O >> %O%
next page