Selasa, 26 Agustus 2014

Contoh Surat Permintaan Data

Sebelumnya saya sudah share bagaimana cara meminta data di Stageof Kepahiang Bengkulu, bisa dilihat di sini.

Karena banyak mahasiswa yang datang tetapi lupa membawa materai, maka saya akan share tentang contoh surat permohonan data dan surat pernyataan, bisa didownload di sini.

Semoga bermanfaat... :)

Rupture, Tsunami, Periode Dominan, Waktu Exceedance

Potensi terjadi atau tidaknya tsunami dari kejadian gempabumi ditentukan oleh parameter gempabumi seperti magnitudo, kedalaman, dan jenis sesar. Akan tetapi, beberapa kasus gempabumi yang pernah terjadi di Indonesia, banyak gempabumi dengan magnitudo besar dengan patahan naik/turun yang tidak menimbulkan tsunami. Selain itu, beberapa gempabumi dengan magnitudo tidak terlalu besar dan dengan patahan strike-slip justru menimbulkan tsunami. Dengan demikian, tiga parameter kriteria potensi terjadinya tsunami di Indonesia belum sepenuhnya tepat sehingga dibutuhkan parameter lain sebagai indikator terjadi atau tidaknya tsunami.

Setiap kejadian gempabumi yang terjadi selalu diikuti oleh rupture gempabumi. Rupture gempabumi digambarkan seperti segmen-segmen kecil yang bergerak dengan kecepatan konstan. Rupture gempabumi memiliki panjang dan lebar rupture. Panjang rupture gempabumi tersebut dapat digunakan sebagai indikator potensi kejadian tsunami. Karena perhitungan panjang rupture gempabumi memakan waktu yang cukup lama, padahal warning tsunami harus diumumkan dengan cepat, maka perhitungan panjang rupture gempabumi ini dapat digantikan dengan perhitungan rise time atau waktu durasi(Tdur) dari suatu kejadian gempabumi. 

Jumat, 22 Agustus 2014

Cara menghitung Run Up Tsunami

Sebelum belajar cara menghitung run up tsunami, harus tahu dulu perbedaan run up dan tinggi tsunami.
Run up = dihitung dari inundasi gelombang tsunami vs MSL
Tinggi tsunami = tinggi muka gelombang tsunami pada bibir pantai vs MSL


Lalu, run up tsunami ini dapat diketahui dengan cara survey lapangan. Beberapa alat yang perlu dipersiapkan saat survey seperti :
- Meteran gulung >> ngitung jarak inundasi
- GPS >> mengetahui koordinat
- Penggaris tiang 
- Kompas >> mengukur arah/nilai mendatar
- Altimeter >> mengukur ketinggian
- Abney level / hand level >> nyari nilai mendatar

Cara mengukur :
1. Mencari jejak tsunami 
2. Memasang penggaris tiang
3. Berdiri di bibir pantai
4. Menghitung run up, caranya :
a. pertama-tama ukur tinggi badan dulu, misalnya 180 cm. 
b. bidik penggaris ukur dengan abney level, maka pada abney level akan tertera nilai pembacaan saat levelling. Tanda levelling ini ditunjukkan dg gelembung airnya berada di tengah-tengah (mirip levelling seismogram).
c. tinggi run up = tinggi orang - nilai pembacaan = 180 cm - 50 cm = 130 cm


Saat survey, yang dihitung tidak hanya run up, tetapi juga :
- Inundasi tsunami
- Arah hempasan gelombang tsunami (dilihat dari jejak-jejaknya)
- Koordinat lokasi survey

Oh ya, ketinggian run up ini dipengaruhi beberapa faktor, seperti :
- magnitudo gempa
- morfologi dasar pantai
- bentuk garis pantai

Ketinggian run up pada kejadian tsunami ada kaitannya dengan waktu durasi gempa tersebut. Akan tetapi Tdur bukan merupakan satu-satunya faktor yang berkaitan, masih ada banyak faktor lainnya lagi....

Segala sesuatunya saling berkaitan + tentu saja sangat kompleks.

next page