Senin, 08 Desember 2014

Membuat Bulletin Bulanan

Lokasi folder bulletin di NETWORK >>> HP-BULLETIN >>> buletin bulanan >>> 2014 >>> 12. Desember (misal)

Yang diperlukan :
(1) DATABASE GEOF
(2) Fklim71
(3) Tanda Waktu
(4) Petir
(5) Prakiraan

Keterangan :

(1) DATABASE GEOF

a. Gempa Tercatat (Lokal dan Tele)
 - Gempa lokal  >> area Bengkulu
 - Gempa tele

b. Gempa berdasarkan Magnitude
 - M<3 SR
 - M 3-4 SR
 - M 4-5 SR
 - M>5 SR

c. Gempa berdasarkan Kedalaman
 - Dangkal (h<30 km)
 - Menengah (h 30-60 km)
 - Dalam (h>60 km)

d. Gempa berdasarkan Sumber Pemicu
 - Lempeng
 - Sesar

(2) Fklim71
 - Suhu rata-rata
 - Suhu Maksimum dan Suhu Minimum
 - Lembab Nisbi
 - CH
 - Penyinaran matahari

Step Membuat Peta Seismisitas dan gempabumi Terasa di Kantor dengan GMT

Peta Seismisitas :
1. Buat microsoft excel dulu dengan format latitude, longitude, depth, magnitude
2. Buka folder DATA(G:) >>> GMT >>> Seismisitas.exe >> ganti Bulan dan Tanggal >>> Load >>> Run

Peta Gempabumi Terasa
Buka DATA(G:) >>> Skrip >>> SKRIP PLOT >>> Skrip Gempa Terasa >>> opet terasa.bat dengan notepad >>> ganti2 parameternya >>> save >>> open file terasa.bat >>> buka plot.ps


Sabtu, 22 November 2014

Pengoperasian dan Pengolahan Data Lightning

Kali ini saya akan berbagai tentang pengoperasian, pengambilan data dan pengolahan data petir. Check it out!

(1) Pengoperasian

Hal yang perlu dalam pengoperasian adalah memahami software pencatat data petir, tidak lain adalah LD2000. LD2000 ini secara realtime akan mencatat data-data petir, seperti total dan peak nya. Lalu tugas seorang petugas adalah "meresume" data yang telah dicatat tersebut.
Langkah-langkah resume yang dapat dilakukan adlah sebagai berikut :
a. Buka LD2000
b. Pilih file >> Open >> Summaries
c. Lalu pilih event summaries dalam hari tersebut. Di dalam file tersebut nanti ada informasi stroke, strong, noise, energy, dan waktunya. Sebagai petugas operasional, tugasnya adalah mencatat berapa avg/min dari total dan peak kejadian petir tersebut.

(2) Pengambilan Data
Beberapa tahapan yang dilakukan dalam pengambilan data petir adalah sebagai berikut :
a. Pilih File >> View >> Archieve
b. Lalu akan muncul gambar globe, lalu di klik saja gambar itu
c. Masukkan koordinat yang diinginkan
d. Klik Play , tunggu beberapa saat
e. Save Data >> Format yang akan tersimpan adalah dalam .kml

(3) Pengolahan Data
Inti dari pengolahan data petir adalah mengubah format .kml menjadi .csv
Bagaimana cara mengubahnya? Penasaran?
Begini noh caranya...
a. Buka Ms. Excel
b. Buka .kml
c. Save as ke .csv
d. Selesai :)
e. Buka software Progam Processing Petir untuk menggabungkan data dan sortir koordinat (lagi)

(4) Pembuatan Peta
Untuk pembuatan peta ini dapat dilakukan dengan 2 software, surfer atau ArcGIS.
Silakan klik di sini untuk mengetahui bagaimana mengolah data petir dengan surfer.



Rabu, 08 Oktober 2014

MATERI :: MEKANISME SUMBER GEMPABUMI

Berikut saya lampirkan materi tentang Mekanisme Sumber Gempabumi

Silakan klik di sini

Semoga bermanfaat :)


Praktek Peringatan Dini Tsunami

Pada intinya, sistem Ina-TEWS itu terbagi atas 5 bagian, yaitu :
1) Seiscomp3
2) DSS
3) Focal Mechanism
4) Diseminasi
5) Tide Gauge

Keterangan :

1) Seiscomp3 
Nah, di sini kita dapat menentukan parameter-parameter gempabumi. Dari parameter-parameter gempabumi tersebut kita bisa nentuin apakah gempabumi tersebut akan nimbulin tsunami atau enggak.

Seiscomp3 ini ada beberapa layar, yaitu :
a. Map View >> nunjukin kondisi stasiun
b. Trace View >> nunjukin sinyal-sinyal stasiun
c. Origin View >> ini buat analisanya, nanti di sini kita bisa pick gelombang P, S 
d. Summary View >> ini nunjukin parameter hasi analisa, baik analisa yang otomatis maupun manual
Kriteria analisa manual yang bagus itu kalau RMS<2, Az<100, Lat,long +- 5 km

2) DSS
DSS ini berfungsi membantu operasional memutuskan warning.
DSS ini berisi tsunami database, di sini nanti kita bisa tahu bagaimana skenario permodelan jika tsunami terjadi.

Ada 3 database yang dipake, yaitu :
a. TsunAWI
>> database tsunami di sekitar Sunda trench (Sumatra Jawa aja) >> offline
b. Easywave
>> online simulation, realtime (seluruh Indonesia)
c. TOAST (Tsunami Observation And Simulation Terminant)
>> online simulator (seluruh dunia)

Di DSS ini ada layar-layar komputernya, biasanya disebut perspektif, jumlahnya ada 4 ::
a. Situation Perspektif
>> menggambarkan situasi realtime setelah gempa terjadi (terlihat timeline waktu yang berjalan)

b. Observation Perspektif
>> menampilkan sensor untuk melihat diagram sbg modelling
>> menampilkan GPS untuk membantu mengetahui pergerakan lempeng kalo ada gempa
>> di sini ada banyak banget macam-macam skenario, lalu tugas operator adalah menentuan skenario yang cocok untuk kejadian gempa yang bersangkutan (operator nentuin ETA (Estimasi Tsunami Arrival) dan EWH(Estimation Wave High))

c. Decision Perspektif
>> Di sini operator memutuskan daerah-daerah mana yang memiliki warning awas, waspada, atau siaga.
Masing ingat dengan level-level tersebut?
Siaga >> run up tsunami kurang dari 0.5m
Waspada >> run up tsunami 0.5 -- 3 m
Awas >> trun up tsunami lebih dari 3 m

d. Product Perspectif
>> Berisi tentang produk dari DSS, berupa :
a. Long message >> dalm bahasa Indo dan Inggris
b. SMS >> dalam bahasa Indo dan Inggris
c. Map
>> Nantinya dari product perspective ini akan diteruskan ke Diseminasi

3) Focal Mechanism
>> Penentuan focal mechanism ini menggunakan SWIFT
>> Penentuan focal mechanism ini menggunakan waveform stasiun2 pencatat

4) Diseminasi
>> Disemasi merupakan penyebarluasan buletin (berita gempabumi maupun tsunami)
Ada beberapa cara menyebarluaskan berita tersebut, seperti :
a. SMS >> harus mendaftar dulu
b. Fax
c. GTS (Global Telecomunication System)
d. WRS (Warning Receiver System)
e. Email
f. Web

>> Ada 4 macam buletin, yaitu :
a. PD 1 >> sebelum 5 menit >> Gempabumi dan/atau Tsunami
b. PD 2 >> sebelum 10 menit >> Pemutakhiran PD Tsunami >> update info gempabumi dan tsunami arrival
c. PD 3 >> update setelah ada data tide gauge
d. PD 4 >> Pengakhiran PD tsunami

5) Tide Gauge
>> menunjukkan informasi tinggi permukaan laut
>> informasi ini didapat dari 3 sumber, yaitu :
a. IOC >> online
b. Bakosurtanal >> online
c. Tide tool >> offline

Step-step Menggambar Bola Fokal

Setelah dicari-cari akhirnya ketemu juga....






Jumat, 19 September 2014

Seismologi :: Pencitraan Tomografi Gempabumi

Seismologi :: Pencitraan Tomografi Gempabumi
oleh : Sri Widiyantoro


Seismologi gempabumi (Hiroo Kanamori)

29 Sept - 10 Oktober 2014 :: ITB

Outline ::
>> Relokasi hipocenter
>> Pencitraan tomorafi gempabumi
>> Analisa mekanisme fokus
>> Tatanan tektonik indonesia

Selasa, 09 September 2014

Sumber Gempabumi di Indonesia (1)

Menurut Irsyam (1999), sumber gempabumi tektonik di Indonesia ada tiga macam, yaitu :
a. Zona Penunjaman/subduksi
b. Zona Patahan
c. Zona Diffuse

Penjelasan :
a. Zona Penunjaman
>> merupakan tempat bertemunya lempeng-lempeng, yaitu lempeng samudra yang menjyusup ke bawah lempeng benua. Menurut Crouse (1992), zona subduksi ini dibagi menjadi 2, yaitu interplate dan intraplate

      Interplate                           ||                    Intraplate
---------------------------------------------------------------------------
# zona megathrust                          #zona benioff
# dangkal (0-50 km)                       # dalam (70-250 km)
# gempa-gempa dangkal                # gempa-gempa dalam
# asperity luas                                # asperity sempit
# antar lempeng                             # pada lempeng itu
# sumber tsunamigenic                  # -
# sudut tunjaman landai                 # sudut tunjaman tajam
# M besar                                       # M kecil

Secara umum, ada 4 macam zona penunjaman/subduksi, yaitu :
a. Busur Sunda
b. Busur Banda
c. Sulawesi Utara
d. Sangihe-Halmahera (Punggungan Mayu)

Untuk memahami zona penunjaman ini, mari kita bandingkan antara busur Sunda dan Busur Banda :
a. Busur Sunda
# membentang 5600 km (dari Andaman sampai busur Banda)
# lempeng India vs Australia
# pergerakan oblique (miring)
# sekitar 7,7 cm/th

b. Busur Banda
# membentang dari Bali lalu membelok di sekitar kepulauan Tanibar
# lempeng Australia, Pasifik, Filipina
# ada back arc thrust

((to be continued))



Selasa, 26 Agustus 2014

Contoh Surat Permintaan Data

Sebelumnya saya sudah share bagaimana cara meminta data di Stageof Kepahiang Bengkulu, bisa dilihat di sini.

Karena banyak mahasiswa yang datang tetapi lupa membawa materai, maka saya akan share tentang contoh surat permohonan data dan surat pernyataan, bisa didownload di sini.

Semoga bermanfaat... :)

Rupture, Tsunami, Periode Dominan, Waktu Exceedance

Potensi terjadi atau tidaknya tsunami dari kejadian gempabumi ditentukan oleh parameter gempabumi seperti magnitudo, kedalaman, dan jenis sesar. Akan tetapi, beberapa kasus gempabumi yang pernah terjadi di Indonesia, banyak gempabumi dengan magnitudo besar dengan patahan naik/turun yang tidak menimbulkan tsunami. Selain itu, beberapa gempabumi dengan magnitudo tidak terlalu besar dan dengan patahan strike-slip justru menimbulkan tsunami. Dengan demikian, tiga parameter kriteria potensi terjadinya tsunami di Indonesia belum sepenuhnya tepat sehingga dibutuhkan parameter lain sebagai indikator terjadi atau tidaknya tsunami.

Setiap kejadian gempabumi yang terjadi selalu diikuti oleh rupture gempabumi. Rupture gempabumi digambarkan seperti segmen-segmen kecil yang bergerak dengan kecepatan konstan. Rupture gempabumi memiliki panjang dan lebar rupture. Panjang rupture gempabumi tersebut dapat digunakan sebagai indikator potensi kejadian tsunami. Karena perhitungan panjang rupture gempabumi memakan waktu yang cukup lama, padahal warning tsunami harus diumumkan dengan cepat, maka perhitungan panjang rupture gempabumi ini dapat digantikan dengan perhitungan rise time atau waktu durasi(Tdur) dari suatu kejadian gempabumi. 

Jumat, 22 Agustus 2014

Cara menghitung Run Up Tsunami

Sebelum belajar cara menghitung run up tsunami, harus tahu dulu perbedaan run up dan tinggi tsunami.
Run up = dihitung dari inundasi gelombang tsunami vs MSL
Tinggi tsunami = tinggi muka gelombang tsunami pada bibir pantai vs MSL


Lalu, run up tsunami ini dapat diketahui dengan cara survey lapangan. Beberapa alat yang perlu dipersiapkan saat survey seperti :
- Meteran gulung >> ngitung jarak inundasi
- GPS >> mengetahui koordinat
- Penggaris tiang 
- Kompas >> mengukur arah/nilai mendatar
- Altimeter >> mengukur ketinggian
- Abney level / hand level >> nyari nilai mendatar

Cara mengukur :
1. Mencari jejak tsunami 
2. Memasang penggaris tiang
3. Berdiri di bibir pantai
4. Menghitung run up, caranya :
a. pertama-tama ukur tinggi badan dulu, misalnya 180 cm. 
b. bidik penggaris ukur dengan abney level, maka pada abney level akan tertera nilai pembacaan saat levelling. Tanda levelling ini ditunjukkan dg gelembung airnya berada di tengah-tengah (mirip levelling seismogram).
c. tinggi run up = tinggi orang - nilai pembacaan = 180 cm - 50 cm = 130 cm


Saat survey, yang dihitung tidak hanya run up, tetapi juga :
- Inundasi tsunami
- Arah hempasan gelombang tsunami (dilihat dari jejak-jejaknya)
- Koordinat lokasi survey

Oh ya, ketinggian run up ini dipengaruhi beberapa faktor, seperti :
- magnitudo gempa
- morfologi dasar pantai
- bentuk garis pantai

Ketinggian run up pada kejadian tsunami ada kaitannya dengan waktu durasi gempa tersebut. Akan tetapi Tdur bukan merupakan satu-satunya faktor yang berkaitan, masih ada banyak faktor lainnya lagi....

Segala sesuatunya saling berkaitan + tentu saja sangat kompleks.

Selasa, 22 April 2014

Script GMT :: Pak Sugeng

(2) Membuat peta Indonesia

Ketikkan script berikut di cygwin :

pscoast  -R90/142/-12/8  -JM15c  -Ba10g5  -Ggreen -Slightblue -P -Dl -W1 -Lf100/-8/-10/1000  > indo.ps


Catatan ::
Perintah-perintah di cygwin
$ mkdir GMT >>> membuat direktori bernama GMT
$ cd GMT >>> masuk ke direktori GMT
$ pwd >>> melihat isi dalam direktori
$ ls >>> melihat isi dalam direktori

(3) Memanggil file .csh
- Buka cygwin
- Buat file .csh, misalnya indonesia.csh di notepad yang isinya

#!/bin/csh  -f
pscoast  -R90/145/-12/8  -JM15c  -Ba10g5  -Glightgray -Slightblue -P -Dl -W1 > indonesia.ps
(((jangan lupa ini dikasih spasi)))

- Masuk ke cygwin lalu ketik perintah berikut :

$ chmod u+x indonesia.csh
$ ./indonesia.csh >>> memanggil indonesia.csh
$ ls >>> buat ngecek

(3) Tambahkan script berikut di bawah tadi :

pstext -R -JM -P <<EOF>> indonesia.ps
101 -7 8 0 1 LT Indonesia >>> 101 -7 8 0 1 posisi huruf
EOF

(1) Membuat Peta Sederhana

(1) Buka Cygwin
(2) Buat direktori GMT

$ mkdir GMT

(3) Masuk ke C:/cygwin/home/user/GMT

(4) Ketik script berikut di progam Cygwin

$ pscoast  -R-180/180/-80/80  -JM15c  -Ba30g15  -G245/245/200  -S140/235/255  -P  > map.ps
$ gs  map.ps

Steps Install GMT dengan CGWIN 22 April 2014

Berikut adalah step-step menginstall GMT dengan Cgwin :
(1) Install Cgwin ==> untuk default diganti Install >> next next >> tunggu sampai selesai
(2) Install GMT setup
(3) Install GS, GSV setup
(4) Jangan lupa pindah netCDF ke direktori C:
(5) Kalau sudah selesai, cara ceknya pilih file Cgwin bash atau Xwin lalu ketik psxy

Minggu, 12 Januari 2014

Step- step Menyelesaikan Metode Geiger/Iteratif

Step-step relokasi dengan metode Geiger/Iteratif
by : Angga Vertika Diansari

1. Tentukan xo, yo, zo, dan to dugaan (biasanya dari stasiun pencatat yang paling dekat)

2. Jika perhitungan dilakukan dengan excel, buatlah kolom-kolom stasiun, xi, yi, residual, delta-x, delta_y,         delta_z, ti obs, dan ti arr.

Step-step Menyelesaikan Metode Grid Search

Step- step Menyelesaikan Metode Grid Search :
by : Angga Vertika Diansari

1. Tentukan to (dilihat dari stasiun yang paling awal mencatat)
2. Mencari nilai ti tra = (sqrt((xi-xo)^2+(yi-yo)^2+zo^2))/vp
3. Mencari nilai ri = ti obs - ti arr = ti obs - (ti tra + to)
4. Mencari nilai RMS residual = (sqrt (sigma ri^2))/n
5. Posisi epicenter adalah xo dan yo yang memiliki nilai RMS residual terkecil
6. Mencari nilai koreksi to=(sigma ri)/n ; sehingga to=to semula + koreksi to

Metode Relokasi

Metode Relokasi
By : Angga Vertika Diansari

Kita sering mendapati bahwa saat gempabumi terjadi, maka release posisi episenter dan hiposenter yang dikeluarkan oleh beberapa badan seismologi dunia kadang berbeda-beda. 
Hal ini dikarenakan dua hal, yaitu :
1.Epicenter bukan merupakan suatu titik, melainkan bidang, sehingga posisi epicenter mainshock tidak hanya    berada pada satu titik tetap
2.Posisi epicenter yang sebenarnya itu sebenarnya terletak pada suatu ellips error, sehingga diperlukan suatu    relokasi agar paling tidak posisinya mencerminkan posisi epicenter yang sebenarnya.

Secara umum, ada 2 macam metode relokasi, yaitu :
1.Metode lokasi mutlak, terdiri atas 2 metode :
   a.Grid search (pencarian kisi-kisi)
   b.Geiger/Iteratif (hitung ulang)
2.Metode lokasi relative
   a.MET (Master Event Technique)
   b.MJHD(Modified Joint Hypocenter Determination)
   c.HypoDD

(to be continued)

Inversi Geofisika (Rangkuman Buku Pemodelan Inversi Geofisika oleh Dr. Hendra Grandis)

Inversi Geofisika (Rangkuman Buku Pemodelan Inversi Geofisika oleh Dr. Hendra Grandis)
By : Angga Vertika Diansari

Parameter model, model, dan respon model.
Misalkan ada suatu benda di bawah permukaan berupa bola padat yang memiliki densitas dan kedalaman tertentu. Lalu dengan pengukuran, kita mendapatkan nilai gravitasinya. Dari gravitasi tersebut akan kita olah sehingga kita mendapatkan hasil suatu grafik.

Maka yang dikatakan data adalah nilai gravitasi tersebut. Yang disebut model adalah bola padat, dan yang disebut respon model adalahgrafik tersebut, sedangkan parameter model adalah nilai densitas dan kedalaman dari bola tersebut.

Data à kualitas sesuatu berdasarkan pengukuran dan pengamatan. Data bisa berupa nilai dan informasi.
Model à merupakan hubungan matematis antara data dan parameter model. Secara umum model dibagi menjadi dua, model yang bersifat linier dan nonlinier.
Parameter model à merupakan kuantitas numeric dari sesuatu yang tidak diketahui dan ingin didapatkan.

Mengapa solusi model tidak unik?
Ada beberapa factor yang menyebabkan ketidakunikan solusi model, seperti :
1.Berdasar sifat fisis fenomena yang ditinjau (dari sumbernya)
2.Kesalahan dari pengukurannya, bisa dari manusianya, bisa dari alatnya
3.Adanya galat/ kesalahan
4.Adanya noise/derau/ bising pada data

next page