Pages

Minggu, 28 Februari 2021

Analisis Data Citra Hilal

LEARNING JOURNAL

PELATIHAN TEKNIS GEOFISIKA POTENSIAL DAN TANDA WAKTU

2 – 16 November 2020

  

A.     Rangkuman Sesi

Praktek rukyat hilal terdiri atas 3 materi, yaitu : 1) peasangan teleskop, 2) pointing dan pengambilan citra (citra matahari, citra bulan, citra kalibrator yang terdiri atas citra bias, citra medan datar, dan citra gelap), dan 3) melakukan tracking dan drift alignment. Untuk pemasangan teleskop, pertama-tama adalah mencari tempat yang ideal untuk melakukan pengamatan. Syarat tempat yang ideal adalah lapang dan datar, horizon barat tidak terhalang apapun, dan ada ketersediaan sambungan listrik. Kami (Stageof Sanglah dan Balai3) telah melakukan praktek pengamatan pada tanggal 9 November 2020 di rooftop BBMKG Wil3 pukul 08.00 WITA s/d selesai.

Apabila sudah menemukan lokasi yang tepat, maka pemasangan teleskop dilakukan dari bawah ke atas, yaitu : a) memasang tripod dan halfpilar, b) memasang mounting, c) memasang OTA, d) memasang finder scope, e) kami tidak memasang SQM karena alat tidak tersedia, f) memasang detector(kamera), g) melakukan tes focus teleskop dan alignment finder, h) melakuka tes keseimbangan teleskop, jika dirasa kurang seimbang maka ditambah oleh beban/pemberat, i) pemasangan kabel USB detector, j) membuka software ATP (software ini dilakukan untuk pengambilan citra).

Setelah pemasangan teleskop berhasil dilakukan, maka hal yang dilakukan setelahnya adalah melakukan pointing ke matahari. Jika posisi tidak di tengah-tengah medan padang, maka tinggal digeser-geser posisinya agar ke tengah dengan starbook. Selain untuk pointing ke matahari, starbook juga digunakan untuk pointing ke bulan. Saat praktek dilakukan, posisi matahari seolah-olah berada di timur dan utara medan padang sehingga posisinya harus digeser ke barat dan selatan sehingga pas di tengah medan pandang. Untuk pengambilan citra matahari dapat dilakukan dan berhasil, akan tetapi untuk citra sabit siang tidak berhasil karena tertutup awan.

Selain itu, dilakukan juga pengambilan citra-citra kalibrator. Citra bias diambil terlebih dahulu. Untuk pengambilan citra bias, masukkan exposure time 0 detik. Setelah itu, pengambilan citra medan datar dengan menutup penutup depan OTA dengan kain putih. Untuk citra gelap, maka pengambilan dilakuakn dengan menutup penutup depan OTA 
dengan tutupnya dan dengan exposure t detik. Pengambilan citra-citra kalibrator dilakukan minimal 5 frame.

Setelah itu, dilakukan proses streaming. Software yang digunakan adalah Obs Studio. Hal-hal yang dilakukan adalah : a) Buka obs studio, b) import profil bahan streamin hilal, c) setting kamera teropong, e) klik tramsition, f) Setting Streaming Key, g) Start Recording, h) Start Streaming, i) Saat praktek menampilakn streaming citra matahari, j) Klik Stop Streaming, k) Stop Recording.

Minggu, 23 Agustus 2020

Agenda Pengamatan

 Agenda pengamatan ini terbagi atas tiga bagian pembahasan, yaitu (1) pengamatan gempabumi dan tsunami, (2) pengamamatan seismologi teknik, dan (3) pengamatan geofisika potensial dan tanda waktu.

(1) PENGAMATAN GEMPABUMI DAN TSUNAMI
- Pengamatan gempabumi dan tsunami membahas mengenai  jaringan seismik, anatomi seismogramn, penentuan sumber lokasi gempabumi dan penentuan magnitudo gempabumi.  
- Rekaman seismik merupakan fungsi dari sumber seismik, struktur yang dilewati, dan seismometernya.
- Ada 2 macam sensor, yaitu digital dan analog.
- Seismograf digital terdiri atas seismometer, digitizer, GPS, display, dan power.
- Tiga macam tipe dan karakteristik seismometer : short period, long period, dan broadband.
- Ada beberapa format seismik, yaitu SEED, MINISEED,  GSE, SAC, SEISAN.
- Sumber seismik dibagi menjadi 2, sumber seismik alam dan sumber seismik buatan manusia.
- Ada 3 jenis gempabumi berdasarkan kedalamannya, yaitu gempabumi dangkal, menengah, dan dalam.
- Ada 2 macam gelombang seismik, yaitu gelombang body (gelombang P dan S) dan gelombang permukaan (gelombang love dan reyleigh).
- Prinsip penjalaran gelombang dipengaruhi oleh hukum snellium, prinsip fermat, dan prinsip huygens.
- Penentuan lokasi sumber gempabumi dengan cara metode manual atau komputer.
- Penentuan magnitudo gempabumi dengan beberapa macam, ada perhitungan magnitudo ML, mb, mB(BB), Ms(20), Ms(BB), Mw.
- Tsunami merupakan ombak besar di pelabuhan.
-  Alat untuk mencatat tsunami menggunakan tide gauge dan bouy.
- Monitoring ini dilakukan oleh NOAA dan IOC-UNESCO
- 
HF Oceanic Radar adalah sebuah perangkat pendeteksi tsunami dengan menggunakan prinsip kerja gelombang frequensi tinggi (HF) yang dipancarkan ke lautan luas
- Sensor seismograf di BMKG dari tahun 1898 (seismograf mekanik edwing) s.d. sekarang (InaTEWS)
- Saat ini jumlahnya 165 sensor.
 
(2) PENGAMATAN SEISMOTEK
- Ada 4 peralatan seismotek, akselerograf, intensitymeter, SHM (Structure Health Monitoring), dan seismic borehole.
- Jumlah akselerograf s.d. 2019 adlh 352 buah.
- Jumlah intensitymeter s.d. 2019 adlh 256 buah.
- SHM berada di gedung pusat BMKG dan Balai III Denpasar
- Seismik borehole berada di STMKG, UI, dan Balai III Denpasar.
- SImulasi gempabumi juga tersedia di BMKG Pusat.
- Ada 3 macam alat survey, SPAC, MASW, dan seismograf short period.
 
(3) PENGAMATAN GEOPOT DAN TANDA WAKTU
- Terdiri atas Pengamatan Bidang Geopotensial dan Tanda Waktu, Prinsip Dasar Gravitasi, Prinsip Dasar Magnet Bumi, Prinsip Dasar Petir, Prinsip Dasar Tanda Waktu.
- Gravitasi memiliki satuan gal
- Alat untuk mengukur gravitasi disebut gravimeter.
- Macam-macam gravimeter yaitu graviton, Scintrex AutoGrav CG-5 dan CG-3, Gravimeter Lacoste&Romberg.

- Parameter pengukuran gravitasi berupa data bacaan, koreksi pasut, koreksi apung, koreksi lintang, koreksi udara bebas, koreksi bouger, koreksi terrain.
- Kegiatan di stasiun berupa pengumpulan data gayaberat satelit , Pengolahan SBA, validasi peta goncangan dengan anomali SBA.
- Medan magnet bumi berupa dipol magnetik , dengan medan magnet Selatan berada dekat dekat kutub utara geografis Bumi dan medan magnet Utara dekat kutub selatan geografis Bumi
-Sumber medan magnet bumi berasal dari kekuatan medan kutub magnet bumi yang tumbuh karena perputaran bumi pada porosnya  dan oleh adanya pengaruh matrilineal ( besi ) pada inti bumi. 

-  
Medan luar bersumber dari luar bumi dan merupakan hasil ionisasi di atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet dari matahari.
-  Alat  ukur medan magnet bumi yaitu 
fluxgate magnetometer, proton magnetometer, di magnetometer.
- Kegiatan pengamatan di stasiun berupa pengamatan absolute, pengamatan variometer, perhitungan k-indeks dan a-indeks, pengaksesan data internasional, dan penyimpanan data
-  Petir merupakan proses pelepasan muatan elektrostatis yang berasal dari badai guntur, dimana dalam fenomena alam ini pelepasaan muatan ini disertai dengan pancaran cahaya dan radiasi elektromagnetik.
-  Ada 4 tipe petir, yaitu : petir  awan ke tanah (cloud to ground), petir  dalam awan (inter cloud ), petir  awan ke awan (cloud to cloud), dan petir  awan ke udara (cloud to air)
-   Berdasarkan muatan, ada petir positif dan petir negative.
-   Monitoring petir ini dilakukan secara manual dan otomatis (lightning detector)
-  Tanda waktu dapat berupa penetuan waktu terbit terbenam matahri dan hilal.
-  Pengamatan tanda waktu yang dilakukan di stasiun berupa menyiapkan peralatan pengamatan hilal  awal bulan hijriah , pengamatan gerhana matahari dan bulan, pengamatan tanda waktu standar dan lainnya , pengumpulan data citra hilal , pengumpulan data tanda waktu standar, dan pengaksesan hasil analisis data fajar, terbit, transit, terbenam dan senja matahari

Penyebab gempabumi di Bengkulu

 Ada dua faktor yang menyebabkan gempabumi di Bengkulu, yaitu :

1. Keberadaan 2 lempeng aktif di Bengkulu, yaitu lempeng Indo-Australia yang menyusup di Bawah lempeng Eurasia.


2. Keberadaan sesar-sesar lokal, seperti sesar Musi, sesar Manna, sesar Kemuning, sesar Dikit, dan sesar Ketahun. Keempat seasr tersebut masih aktif hingga saat ini.

next page