Kamis, 05 Juli 2012

Metode earthquake prediction

1. Perubahan Vp/Vs dan parameter lainnya 


Beberapa perubahan dapat dipakai sebagai precursor gempabumi. Telah dijelaskan diatas bahwa dari hasil eksperimen di laboratorium suatu batuan yang diberi gaya secara terus menerus suatu waktu akan patah. Sebelum batuan patah ternyata disekitar fokus patahan sebelumnya mengalami perubahan stress dan strain. Demikian pula pada kejadian gempabumi, lokasi disekitar hiposenter juga akan terjadi perubahan tegangan dan regangan, hal ini disebabkan karena terjadinya penumpukan / akumulasi energi sebelum dilepaskan menjadi gelombang seismik.

Dari teori yang telah dibahas pada bab-bab terdahulu bahwa stress dan strain terkait dengan perbandingan perubahan kecepatan gelombang primer (Vp) dan kecepatan gelombang skunder (Vs) atau Vp/Vs. Dalam kejadian gempabumi perubahan Vp/ Vs dapat diamati dan secara empiris biasa dihitung dengan menggunakan diagram Wadati yang telah dibahas pada bab terdahulu.

Dengan keterbatasan peralatan pengamatan stress dan strain di lapangan, penelitian di Indonesia tentang prediksi gempa masih dapat dilakukan dengan mengamati parameter ini.

Untuk mengamati perubahan Vp/Vs parameter yang diperlukan adalah perbedaan waktu datang gelombang s dan p atau (s-p) dan waktu tiba gelombang p kedua parameter ini tidak sulit di lakukan di stasiun pengamat gempabumi. Penelitian ini pernah dilakukan dengan menghitung kembali perubahan Vp/Vs sebelum terjadi gempa Ambon pada akhir tahun 1996 dengan magnitude  sekitar 5,5 (Subardjo, 1998), ternyata mengalami perubahan Vp/Vs yang signifikan.

Penelitian yang sama telah dilakukan sebelumnya oleh Feng (1977), dia meneliti gempabumi Hsinfeng – Cina yang terjadi pada tanggal 19 Maret 1962 dengan magnitude 6,1 selama 11 bulan sebelumnya dan telah terjadi perubahan Vp/Vs sebesar – 11 %. Kemudian Sekiya (1977) juga melakukan hal yang sama pada gempa Kepulauan Izu – Jepang selama 11 tahun, sebelum terjadi gempa dengan magnitude 6,9 telah terjadi perubahan nilai Vp/Vs sebesar – 5%.

2. Perubahan Medan Magnet dan Resistivitas:

Medan magnet bumi menunjukkan perubahan sebelum dan sampai waktu terjadi gempabumi.  Sedangkan harga resistivitas listrik batuan umumnya menurun pada saat terjadi gempabumi dan kemudian kembali normal.

3. Air Tanah:

Beberapa pengamatan menunjukkan bahwa ketinggian dan temperatur air tanah naik sebelum terjadi gempabumi. Gordon mencatat kenaikan setinggi 2,9 cm pada sumur berjarak 110 km dari pusat gempabumi 1,5 jam sebelum gempabumi dengan magnitude 6,9 terjadi di Meckering tahun 1968.

4. Perubahan Radon:

Hasil pengamatan di beberapa tempat menunjukkan jumlah radio aktif radon bertambah dengan tajam sebelum terjadi gempa dan kemudian menurun secara cepat setelah gempabumi berakhir.

5.Gempa Mikro:

Gempa mikro yang banyak terdapat di daerah seismik aktif dapat dipakai sebagai indikasi akan terjadinya gempa utama. Pada umumnya aktivitas gempa mikro bertambah pada saat gempa utama akan terjadi.

6. Migrasi:

Pada tahun 1976 terjadi migrasi pusat gempa sepanjang jalur Mediteran berasal dari Itali dengan magnitude 6,9 merambat ke Ionian Yunani (6,7), Rusia (7,3), RRC (7,0), Mindoro (6,9), Sumatra (7,1), dan berakhir di Irian dengan magnitude 7,3.

Berikutnya deretan kejadian gempabumi terjadi tahun 1982 yang dimulai dari Atlantik Utara dengan kekuatan 6,0 bermigrasi ke Spanyol, Itali (6,1), Yunani (6,8), Iran (7,1), Todzhik (6,9), dan Burma dengan magnitude 6,4.

7. Injeksi Air:

Air yang dimasukkan kedalam tanah dapat mempengaruhi kegiatan gempa di daerah tersebut. Injeksi air sedalam 3800 meter di Colorado telah memicu terjadinya beberapa gempabumi. Hasil penelitian di daerah bendungan Saguling menunjukkan kenaikan aktivitas gempa mikro setelah pengisian air dibanding sebelumnya.

8. Ledakan Nuklir:

Ledakan nuklir yang diadakan di bawah permukaan bumi tercatat menimbulkan gempa-gempa susulan. Seismograf selain dapat menentukan lokasi dan kekuatan ledakan nuklir, juga pernah digunakan oleh Israel untuk mendeteksi mobilisasi tentara Arab dalam perang Arab-Israel tahun 1967.

0 komentar:

Posting Komentar

next page